Jalan Seruni Kota Blitar, tepatnya jika ditempuh dari Stasiun Kota Blitar arahnya ke timur lebih kurang 400 meter. Jalan kaki "ora kesel", naik Becak ongkosnya cuma 5 ribu perak. Jalan seruni mulai dipakai aktifitas oleh pengguna jalan, kira-kira jam 3 malam sudah banyak bakul-bakul lewat dari kampung utara ke Pasar Templek. Jualan, kulakan, atau hanya belanja saja.
Sekitar jam 7 pagi sudah mulai ramai, pegawai, anak sekolah, pengendara umum, tumpleg-bleg hingga sulit untuk nyebrang. Jikalau jam 9.00 toko sudah mulai buka, jalan Seruni ramainya bukan main, kadang macet. Nah kemacetan inilah yang perlu menjadi catatan kita, apa sebab dan bagaimana solusinya. Apalagi kalau sudah jam 16.00 sampai dengan jam 21.00, wuih maaaaaceeeeet.
Saya kan kalau sore-sore sering nongkrong di depan Warung Hot Spot WAHIBI, melihat suasana seperti itu kok "gak mentolo". Saya lihat parkir mobil sudah betul, diluar garis marka, parkir sepeda motor sudah betul berjajar rapi. Saya punya pikir........, apa sebaiknya parkir kendaraan itu di sebelah timur saja. Walhasil lalu-lalang kendaraan dari utara ke selatan dan sebaliknya lancar. Sebab ruas jalan agak menjadi longgar.
solusi macet ? jalan kaki saja. jalan kaki macet ? nongkrong saja di warun hot spot Wahibi,muacet luaaaama nggak masalah !
BalasHapus