Habis Subuh Kota Blitar tidaklah sesepi apa kata orang. Ternyata warga kota punya kiat tersendiri untuk mengisi kesepian.. Kota Blitar boleh dibilang sungguh sejuk, ramai dan bisa untuk melampiaskan rasa penat, ngelu, pegel, dan rasa tidak enak lainnnya yang mengganggu pikiran kita. Pokoknya shiiiip deh, memuaskan.
Jikalau habis subuh, di Masjid Agung Kota Blitar tidak absen dari pengajian rutin yang biasa di katakan sebagai kuliah subuh. Sebenanya itu pengajian biasa di pondok pesantren, akan tetapi itu pengajian luar biasa di Masjid Agusng kota Blitar yang berada di tengah-tengah kota. Bahasan yangsampaikan oleh para Kyai sebagai penceramah sangat menyejukkan hati, dan bahasan itu semacam bedah buku di acara seminar pada umumnya. Para samiin benar-benar antusias pada saat mengikuti pengajian tersebut bahkan tidak malu bertanya jikalau bahasan Pak Kyai kurang bisa difahami. Itulah sebabnya masjid Agung boleh dibilang juga sebagai media yang potensial yang selalu menyejukkan hati warga kota Blitar.
Tidak itu saja di alon-alon kota blitar pada pagi itu juga penuh dikunjungi warganya untuk berolah raga, ada yang jalan kaki, lari-lari, ada yang senam terapi bahkan ada yang hanya jalan-jalan menhirup udara segar. Jika dipagi hari Kota Blitar memang sejuk dan segar.
Kamis, 24 Mei 2012
Rabu, 04 Januari 2012
pop CORN, jagung brondong........
Menyambut kehadiran tahun 2012, Wahibi Hot Spot tidak hanya membuka warung lesehan saja, tidak hanya membuat sambel pecel dan roti saja, tapi ikut menyambut tahun 2012 ini dengan produk baru yaitu "POP CORN" atau biasa dikenal dengan jagung brondong. Renyah, manis , gurih, pokoknya nikmatlah......... Kenikmatannya sulit dibayangkan. Coba saja jikalau anda pembaca rubrik ini kebetulan singgah di Warung Wahibi, Jalan Seruni35 Kota Blitar, jagung brondong produksi Wahibi Hot Spot bisa dinikmati. Jagung Brondong yang diproduksi oleh Wahibi Hot Spot, benar-benar di buat dari jagung pilihan.
Seperti Jagung inilah Wahibi Hot Spot memilih dan memilah, kemudian mengolah dengan menggunakan alat-alat yang tidak tradisional. Buah Jagung bersih, bersinar memikat, jika sudah diolah maka tampaklah Jagung Brondong di mangkok diatas. Oleh produsennya popcorn diberi tetenger "YUS 35 CAP JAGUNG ". Uenak tenan..........
Seperti Jagung inilah Wahibi Hot Spot memilih dan memilah, kemudian mengolah dengan menggunakan alat-alat yang tidak tradisional. Buah Jagung bersih, bersinar memikat, jika sudah diolah maka tampaklah Jagung Brondong di mangkok diatas. Oleh produsennya popcorn diberi tetenger "YUS 35 CAP JAGUNG ". Uenak tenan..........
sungaiKU dan SAMPAHku
Aku dan keluargaku memang bertinggal ditengah kota, yaitu di Kota Blitar, Jawa Timur. Menghadap ke jalan Seruni dan kebetulan belakang rumahku ada sungai yang membentang dari arah utara ke selatan. Kata orang sungai itu namanya Kali Cari Terusan, artinya Kali Cari yang sebenarnya ada di daerah Kelurahan Sentul, sedang sempalannya berada di Kelurahan Kepanjen Lor dan seterusnya ke Kelurahan kepanjen Kidul kemudian berakhir dan bergabung dengan Kali Brantas. Sebenarnya itu hanyalah kali pematus, atau biasa disebut orang kali pembuangan air terakhir. Di peta Kota Blitar yang aku punya nama sungai itu tidak ditulis, pada hal memiliki fungsi yang tidak kalah penting. Sebagai kali pematus semestinyalah pemerintah bersama warga ikut memelihara baik kebersihan dan keindahannya, seperti kata orang jawa "melu andarbeni" artinya ikut memiliki. Namun yang tampak sekarang ini, misalnya saja dibelakang rumahku, sungai itu ya "Kali Cari Terusan" ini sudah memiliki banyak fungsi. Tidak hanya sebagai kali pematus saja, tidak hanya sebagai pembuangan air saja, tetapi ternyata masyarakat sekitar sungai sudah memfungsikan sebagai pembuangan, ya pembuangan sampah, yang pembuangan hajat, yang pembuangan limbah industri dan sebagainya. Sehingga jikalau kita lagi melintas di jalan Mastrip Kota Blitar dan melewati jembatan, lalu kita toleh kanan dan kiri maka yang tampak tidak lagi sebagai Kali Pematus, tapi sudah sebagai tempat pembuangan.
Pembangunan Plengsengan yang belum seluruhnya juga menyebabkan hilangnya keindahan panorama, juga menyebabkan kelancaran laju air mengalir terganggu. Apakah memang tidak ada anggaran dipemerintah atau bagaimana, yang jelas warga tiap tahun sudah mengusulkannya melalui rembug RT dan RW. Namun hingga kini tak ada realisasi. Atau mungkin membangun plengsengan kali Cari Terusan ini tidak penting, artunya masih ada pembangunan lainnya yang masih di dahulukan.......?. Entahlah...., yang aku tahu warga sebagian sudah ada yang membangun sendiri plengsengan sungai itu sebatas pekarangan miliknya, yang berakibat tidak seragamnya model pembangunannya, istilah jawa "mbangune sak karepe dewe". Akhirnya mbok ya-o pembangunan plengsengan sungai yang sudah diusulkan bertahun-tahun itu diperhatikan.
Kolektor dan Penulis naskah : mBah Sakrip
Pembangunan Plengsengan yang belum seluruhnya juga menyebabkan hilangnya keindahan panorama, juga menyebabkan kelancaran laju air mengalir terganggu. Apakah memang tidak ada anggaran dipemerintah atau bagaimana, yang jelas warga tiap tahun sudah mengusulkannya melalui rembug RT dan RW. Namun hingga kini tak ada realisasi. Atau mungkin membangun plengsengan kali Cari Terusan ini tidak penting, artunya masih ada pembangunan lainnya yang masih di dahulukan.......?. Entahlah...., yang aku tahu warga sebagian sudah ada yang membangun sendiri plengsengan sungai itu sebatas pekarangan miliknya, yang berakibat tidak seragamnya model pembangunannya, istilah jawa "mbangune sak karepe dewe". Akhirnya mbok ya-o pembangunan plengsengan sungai yang sudah diusulkan bertahun-tahun itu diperhatikan.
Langganan:
Komentar (Atom)


